Apa itu Quality Assurance? Ketahui Pengertian dan Praktiknya

apa itu quality assurance

Daftar Isi

Quality Assurance adalah konsep penting yang menentukan kualitas produk dan layanan dalam berbagai industri. Quality Assurance bukan sekadar merupakan tahap akhir dalam proses produksi, melainkan langkah yang harus dilakukan untuk mencegah masalah setelah produk dikirimkan kepada pelanggan. Namun, apa itu Quality Assurance? Mengapa proses ini memiliki peran yang vital? Mari kita ulas secara lengkap mengenai Quality Assurance dalam bacaan berikut ini!

Pengertian Quality Assurance

Jadi, apa yang dimaksud Quality Assurance? Quality Assurance, sering disingkat sebagai QA adalah proses sistematis yang dilakukan oleh tim produksi untuk memastikan bahwa produk atau layanan yang dihasilkan sudah memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan. Ada pun proses yang dilakukan dalam Quality Assurance melibatkan seluruh tahapan dalam proses produksi, mulai dari perencanaan, pengembangan, pengujian, hingga pengiriman produk kepada distributor atau pelanggan.

Quality Assurance memiliki tujuan utama, yaitu memastikan bahwa setiap produk atau layanan yang dihasilkan sudah memenuhi standar kualitas yang sudah ditetapkan dalam pabrik atau SOP bisnis sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Tujuan lain dari Quality Assurance adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan reputasi perusahaan.

Seberapa penting Quality Assurance dalam proses produksi? Sangat penting, bahkan semua bidang industri, mulai dari manufaktur, perbankan, asuransi, kesehatan, dan teknologi informasi, perlu menerapkan proses QA. Contoh Quality Assurance dalam industri manufaktur adalah memastikan bahwa produk yang dihasilkan sudah memastikan standar kualitas yang berlaku di industri atau negara produksi.

Bidang yang menyediakan jasa atau pelayanan juga membutuhkan QA. Misalnya, industri kesehatan. Penyedia layanan seperti rumah sakit atau klinik perlu melakukan Quality Assurance supaya layanan kesehatan yang diberikan tidak hanya berkualitas, tetapi juga memenuhi standar yang berlaku sehingga bisa menghindari malpraktik.

Baca Juga : Menjelajahi Bagaimana Pengaruh AI Terhadap Pekerjaan Manusia

Apa Perbedaan Quality Control dan Quality Assurance?

Selain Quality Assurance, ada pula istilah Quality Control (QC) yang juga merupakan proses penilaian kualitas produk atau layanan. Lantas, apa perbedaan QA dan QC?

QA lebih bersifat preventif, artinya proses ini merupakan serangkaian tindakan dan prosedur yang dirancang untuk mencegah masalah atau cacat sejak awal proses produksi. Fokus utama dari QA adalah memastikan bahwa proses produksi berjalan dengan baik dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

QA mencakup pemantauan ketat, pelatihan staf, perbaikan proses, dan penggunaan metodologi yang dapat mencegah terjadinya kesalahan atau kegagalan. QA bertujuan untuk mencegah masalah sebelum produk mencapai tahap akhir.

Sementara itu, QC lebih bersifat korektif dan dilakukan untuk mengidentifikasi masalah atau cacat setelah produk atau layanan selesai diproduksi. Tujuan utama QC adalah untuk menemukan dan memperbaiki cacat atau masalah yang muncul pada produk akhir.

Proses QC melibatkan pemeriksaan produk, pengujian, dan evaluasi akhir untuk memastikan bahwa produk yang dikirim kepada pelanggan memenuhi standar kualitas. QC bertujuan untuk mengoreksi masalah yang telah muncul.

Baca Juga : Jelajahi Bagaimana AI dapat Dimanfaatkan dalam Pengelolaan SDM!

Praktik Terbaik untuk Menjamin Kualitas Produk dan Layanan

Apakah Kokonas sudah memahami apa itu Quality Assurance dan perbedaannya dengan Quality Control? Jika sudah, mari kita bahas mengenai praktik terbaik dalam melakukan Quality Assurance.

1. Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Langkah ini bukan sekadar identifikasi, tetapi juga memahami harapan pelanggan terhadap produk atau layanan yang dihasilkan. Dari sini, Kokonas bisa merancang solusi yang relevan dan sesuai ekspektasi pelanggan.

2. Pengembangan dan Pelaksanaan Rencana Quality Assurance

Setelah langkah pertama dilakukan, Kokonas harus mengembangkan rencana Quality Assurance yang disesuaikan. Rencana ini harus mencakup langkah yang jelas untuk memastikan produk atau layanan yang dihasilkan memenuhi harapan pelanggan. Rencana juga harus dirancang dengan cermat untuk mencocokkan kebutuhan pelanggan dengan standar kualitas yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

3. Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Quality Assurance

Ini adalah langkah untuk memastikan bahwa semua langkah dalam rencana QA berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar. Dengan pemantauan berkala, Kokonas dapat mengidentifikasi masalah lebih awal dan mengambil tindakan korektif dengan cepat.

4. Menetapkan Standar Kualitas

Standar kualitas harus jelas dan dapat diukur. Artinya, Kokonas harus menentukan standar kualitas yang memadai secara eksplisit. Standar ini harus dapat diukur dan dinilai sehingga tidak ada ambiguitas tentang apakah produk atau layanan memenuhi standar tersebut.

5. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Investasi penting dalam menjaga kualitas produk atau layanan adalah memberikan pelatihan dan pengembangan kepada karyawan. Karyawan yang terampil dan terus meningkatkan pengetahuan mereka akan lebih efektif dalam menjalankan praktik Quality Assurance.

6. Pemantauan dan Pengendalian Kualitas

Proses pemantauan dan pengendalian harus berjalan secara berkelanjutan. Kokonas harus melakukan praktik ini secara rutin. Dengan pemantauan yang berkelanjutan, Koko dan Nana dapat mengidentifikasi perubahan atau masalah dalam proses produksi dan mengambil tindakan segera.

Baca Juga : Contoh Perencanaan yang Baik untuk Meraih Sukses Bisnis

7. Penerapan Teknologi Terbaru

Mengadopsi teknologi terbaru, seperti software Quality Assurance, membantu meningkatkan efisiensi produksi. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan teknologi harus selaras dengan upaya Quality Assurance. Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan kualitas, bukan sekadar menghemat waktu atau biaya.

8. Penggunaan Metode Pengujian yang Tepat

Langkah ini melibatkan melibatkan pemilihan metode yang cocok dengan tipe produk yang dihasilkan. Sebagai contoh, metode pengujian yang digunakan untuk produk elektronik akan berbeda dengan produk makanan. Selain itu, metode pengujian juga harus mempertimbangkan kebutuhan pelanggan.

9. Pengelolaan Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan

Langkah ini mencakup identifikasi risiko dalam proses produksi yang dapat menyebabkan produk bermasalah atau mengalami cacat. Setelah risiko diidentifikasi, Kokonas perlu bekerja melakukan perbaikan yang berkelanjutan, seperti mencari solusi untuk mengurangi atau menghilangkan risiko tersebut.

10. Pengukuran Kepuasan Pelanggan

Dalam langkah ini, Kokonas harus mengumpulkan data mengenai penilaian pelanggan tentang produk atau layanan. Dengan demikian, Kokonas dapat mengevaluasi sejauh mana produk atau layanan memenuhi ekspektasi pelanggan. Data kepuasan pelanggan ini adalah feedback yang dapat digunakan untuk perbaikan.

11. Audit Internal dan Eksternal

Audit adalah alat penting dalam menjaga kualitas. Praktik audit internal melibatkan evaluasi oleh tim internal perusahaan untuk memeriksa apakah proses produksi mematuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Sementara itu, audit eksternal melibatkan evaluasi oleh pihak independen atau lembaga sertifikasi.

Singkatnya, Quality Assurance adalah proses yang tidak bisa diabaikan dalam kegiatan produksi produk atau layanan. Nah, agar proses QA berjalan dengan baik, Kokonas perlu menggunakan software Quality Assurance yang tepat. Maka dari itu, kami merekomendasikan Machine Health Monitoring Facttwin dari Astakona. Dengan software ini, Kokonas bisa mengetahui downtime yang terjadi secara terencana maupun tidak disengaja sehingga bisa mengurangi keterlambataan dalam proses produksi. Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lengkapnya!

Bagikan postingan ini: